Tampilkan postingan dengan label sbk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sbk. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2022

prosedur pertunjukan musik

 menentukan tema lagu, menetukan bentuk komposisi lagu menentukan tangga nada, menentukan ambitus suara, menentuka suara, menyusun melode dan membuat syair

pengertian penampilan tari

 Kegiatan puncak dalam seni tari adalah penampilan tari. Pengertian dari penampilan tari adalah kegiatan memperlihatkan gerak tari dari para penari kepada para penonton pagelaran karya tari.

Pembahasan

Seni tari adalah salah satu bentuk dari seni audiovisual yang karya seninya terbentuk dari gerak tari yang dihasilkan oleh para penari. Dalam seni tari, kegiatan puncaknya adalah penampilan seni tari. Penampilan seni tari ini adalah kegiatan mempertunjukkan gerak tari yang dilakukan oleh para penari kepada para penonton dengan tujuan menyampaikan pesan atau makna yang ada pada karya tari kepada para penonton. Melalui kegiatan ini, para penonton juga bisa memberikan apresiasi dan kritiknya sehingga bisa menjadi pembelajaran bagi para penari untuk menciptakan karya tari yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Berikut adalah unsur pendukung dalam penampilan tari:

  • Tata panggung: adanya dekorasi atau hiasan yang digunakan pada panggung yang menjadi tempat para penari melakukan gerak tarinya untuk menyesuaikan bentuk panggung dengan tema tari.
  • Tata cahaya: adanya pencahayaan yang optimal sehingga para penonton bisa lebih mudah untuk melihat keseluruhan gerak yang dilakukan oleh para penari.
  • Tata suara: adanya penggunaan pengeras suara yang baik sehingga iringan lagu bisa didengar oleh para penari dan juga para penonton.

jenis kritik tari

 >kritik jurnalistik : kritik yang ditulis untuk dibaca oleh pembaca sutar kabar / majalah,tujuannya untuk memberi informasi tentang peristiwa dalam kesenian tari


>kritik pedagogik : kritik yang diterapkan dalam proses belajar mengajar pendidikan kesenian

>kritik ilmiah : kritikan yang dilakukan dengan pengkajian nilai seni secara luas,mendalam dan sistematis baik dalam menganalisis maupun dalam kaji banding  kesejarahan critical judgment

>kritik populer  : kritis yang sebagian besar ditulis oleh penulis yang tidak menuntut  keahlian kritis

pengertian kritik tari

 

Pengertian Kritik Tari

Kritik tari sering diartikan penghargaan terhadap karya seni yang di tonton. Ya, hal ini justru terbalik dari istilah “kritik’ secara umum yang sering disemati konotasi negatif yakni kecaman atau bahkan celaan. Padahal pada dasarnya pengertian kritik sendiri sebetulnya adalah uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. Sehingga dapat dikatakan bahwa pengertian kritik tari adalah uraian analisis terhadap baik buruk terhadap suatu karya tari.

Mungkin saja suatu karya memiliki banyak kekurangan, namun bukan berarti kita hanya mengecamnya saja. Pada saat melakukan kritik tari, kita juga harus mampu menangkap kelebihannya. Oleh karena itu, kritik tari sangat diperlukan oleh koregrafer sebagai bagian dari sebuah evaluasi untuk meningkatkan kualitas kreativitas koreografinya, karena kritik adalah tanda penghargaan penonton terhadap proses kreatifnya.

Istilah kritik juga dapat diartikan sebagai kriteria atau dasar penilaian. Edy Sedyawati (dalam Tim Kemdikbud, 2018, hlm. 145) berpendapat bahwa kritik menjadi bagian yang tumbuh secara beriringan untuk meningkatkan proses kreatif. Artinya kritik sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas karya tari.

Sementara itu, ahli lainnya, yakni R.C Kwan dalam bukunya Mens en Kritiek (dalam Tim Kemdikbud, 2018, hlm. 145) mengartikan kritik sebagai penilaian atas kenyataan yang dihadapi dalam sorotan norma. Konsep tersebut menunjukan bahwa di dalam kritik harus ada norma-norma tertentu yang berfungsi sebagai dasar penilaian atau pembahasan terhadap sesuatu yang kita hadapi.

Dapat disimpulkan bahwa pengertian kritik tari adalah uraian pembahasan serta penilaian suatu kenyataan unsur-unsur karya tari untuk mempertimbangkan baik buruknya sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi koreografer maupun bagi khalayak seni tari pada umumnya.

Bentuk Kritik Tari

Kritik tari dapat muncul karena adanya kegiatan apresiasi karya seni tari. Seorang penonton yang memiliki bekal pengetahuan dan apresiasi yang baik akan mendapatkan pengalaman batin yang lebih banyak sehingga ia mampu melihat karya tari tersebut dengan lebih kritis.

Mengkritik karya seni tari tidak hanya dilihat dari sisi tariannya saja, melainkan banyak aspek lain juga yang harus di amati, seperti musik pengiring, penghayatan dalam menari, koreografer, properti tari yang digunakan, kostum dan tata rias dan juga artistik.

Sementara itu dilihat dari segi bentuk, dan bentuk kritik tari antara dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan. Namun bentuk komunikasi yang digunakan bukanlah satu-satunya pembeda dari bentuk kritik tari. Kritik tari juga dapat dibagi menjadi bentuk positif dan bentuk negatif.
  1. Kritik yang positif dapat memberikan dampak yang positif pula terhadap karya yang di tontonnya, namun dapat berisiko memberikan akibat yang kurang baik. Mengapa? Karena jika kekurangan dalam karya seni tersebut tidak ditunjukkan, maka tidak akan ada perbaikan. Karya seni yang dibuat tidak akan mengalami peningkatan baik untuk koreografer, penari, pemusik dan pihak lain yang terlibat di dalamnya.
  2. Sementara itu kritik negatif dapat menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan perselisihan antara kritikus dengan koreografernya. Karena kritik negatif hanya berisi kekurangan dan kelemahan karya seni tersebut.

Mak dari itu, bentuk kritik yang baik adalah kritik yang di dalamnya terdapat hal positif dan negatif terhadap karya seni tari tersebut. Karena dengan begitu isi di dalam kritik tidak hanya menyampaikan kekurangan dan kelemahan karya seni tetapi juga memberikan solusi atau saran kepada koreografer sehingga dapat meningkatkan kualitas yang lebih baik pada karya seni yang akan dipentaskan berikutnya.

Jenis Kritik Tari

Sem C Bangun (2004 dalam Tim kemdikbud, 2018, hlm. 147) mengemukakan bahwa terdapat empat jenis kritik seni, yaitu kritik jurnalistik, pedagogik, ilmiah, dan populer. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis kritik.

1. Kritik jurnalistik

Kritik jurnalistik adalah kritik yang dilakukan secara mendalam, namun disampaikan dengan lebih ringan agar lebih mudah dipahami. Hal tersebut karena kritik jurnalistik ini ditujukan kepada khalayak pada suatu media masa seperti koran, majalah, maupun media elektronik (website).

2. Kritik pendagogik

Kritik pedagogik atau kritik pendidikan adalah kritik yang ditujukan untuk meningkatkan kepekaan artistik peserta didiknya. Jenis kritik ini umumnya digunakan di lembaga-lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas karya seni rupa yang dihasilkan peserta didiknya.

3. Kritik Ilmiah

Kritik ilmiah erupakan kritik yang disampaikan mengikuti kaidah-kaidah atau metodologi kritik secara akademis. Hasil tanggapan melalui kritik keilmuan sering kali dijadikan referensi bagi para penulis karya ilmiah lain atau kolektor, kurator, galeri dan institusi seni yang lainnya.

4. Kritik populer

Kritik populer adalah jenis kritik seni yang ditujukan untuk konsumsi masyarakat pada umumnya. Tanggapan yang disampaikan melalui kritik jenis ini bersifat pengenalan karya secara umum. Biasanya kritik yang dilakukan juga spesifik terhadap hal-hal yang akan menarik perhatian massa, seperti hal yang cukup kontroversial maupun yang berbeda dari yang lainnya.

Selain pembagian di atas, jenis kritik seni dapat pula dibagi menjadi dua yaitu kritik intrinsik dan ekstrinsik.

  1. Kritik Intrinsik berarti menganalisis suatu karya berdasarkan bentuk dan gayanya, atau membandingkan sebuah genre dengan genre lainnya (membandingkan bedaya dengan srimpi, membandingkan wireng dengan sendratari). Jenis kritik ini mengupas unsur-unsur karya, menilai, dan menyimpulkan kelemahan dan kelebihan dalam karya seni tersebut.
  2. Kritik Ekstrinsik menghubungkan karya seni dengan seniman pencipta, penikmat, dan masyarakat. Artinya kritik ini menghubungkan karya seni dengan hal-hal di luar karya seni tersebut. Kritik ekstrinsik ini melibatkan disiplin ilmu lain seperti sejarah, sosiologi, antropologi, ekonomi, filsafat, agama, dsb (Tim Kemdikbud, 2018, hlm. 148).

Nilai Estetik dalam Kritik Tari

Nilai estetis dalam karya seni tari adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal itu karena dari nilai inilah seorang penonton dapat menikmati hal yang sulit diartikan. Mengapa? Karena hal yang sulit diartikan tersebut justru memberikan tantangan yang menggelitik nalar seseorang untuk mencoba menebaknya dengan cara yang menyenangkan. Hal itu pada akhirnya memberikan kesenangan bagi penikmatnya, di luar keindahan gerak dan pementasannya sendiri pun telah secara otomatis membuat penonton merasa senang dan takjub.

Nilai estetis dalam karya seni tari tidak hanya dilihat dari gerak tari itu sendiri melainkan dilihat dari berbagai aspek seni yang lain sebagai unsur pendukungnya. Pemahaman dari seorang kritikus seni nilai estetis sangat dipengaruhi dari kepekaan rasa bagaimana penari dapat membawakan tarian dengan penuh penghayatan atau penjiwaan.

Seorang penari dapat terlihat menarik karena kostum yang digunakan menarik, memiliki teknik menari yang baik, memiliki penampilan pribadi yang mengesankan, memiliki kepekaan yang baik dalam ritme dan musik keberhasilan koreografi yang tepat dan dapat menggugah emosi baik pada penari maupun bagi penonton.

Kepekaan estetis dapat kita latih melalui praktk tari atau mengapresiasi dan mengkritik gerakan yang dilakukan oleh penari. Kita bisa mendapatkan pengetahuan dari praktisi atau pelatih tari. Seorang guru atau penata tari mengajarkan bagaimana seorang penari dapat melakukan gerak dengan baik dengan penuh penjiwaan, saling mengisi dengan iringan musik. Bagaimana menari sambil menghayati dialog dan iringan musik yang disertai adanya nyanyian dari seorang sinden atau vokalis. Bagaimana memilih bentuk dan warna kostum yang sesuai dengan tarian tersebut, merias wajah, properti tari yang digunakan. Melalui merasakan sendiri bagaimana rasanya, kita akan memiliki bekal untuk dapat memberikan penilaian terhadap karya seni orang lain.

Cara Membuat Tulisan Kritik Tari

Banyak orang yang menduga bahwa bekal seorang kritik adalah hanya pengetahuan. Naun, sebetulnya kepekaan estetis merupakan sarana yang terpenting bagi seorang kritikus tari dalam melakukan tugasnya. Seorang kritikus seni harus dapat menulis dari hasil pengamatnnya secara langsung apa yang terjadi di atas panggung atau pentas. Jika tidak maka tidak dapat disebut kritik tari, melainnya hanya sebuah esai atau artikel tari. Berbagai pengamatan langsung terhadap apa yang terjadi di panggung dapat dituangkan pada beberapa kerangka penulisan kritik tari berikut ini.

Deskripsi

Deskripsi adalah suatu proses pengumpulan data karya seni yang tersaji langsung kepada pengamat. Dalam mendeskripsikan karya seni, kritikus dituntut menyajikan keterangan secara objektif yang bersumber pada fakta yang terdapat dalam karya seni. Dalam seni tari, kritikus akan menguraikan bagaimana aspek penari, gerak, ekspresi, dan ilustrasi musik yang mengiringinya.

Analisis

Pada tahap analisis, tugas kritikus adalah menguraikan kualitas elemen seni. Paada seni tari akan menguraikan mengenai gerak, ruang, waktu, tenaga dan ekspresi pada karya seni tari tersebut.

Interpretasi

Interpretasi dalam kritik seni adalah proses mengemukakan arti atau makna karya seni dari hasil deskripsi dan analisis yang cermat. Kegiatan ini tidak bermaksud menemukan nilai verbal yang setara dengan pengalaman yang diberikan karya seni. Juga bukan dimaksudkan sebagai proses penilaian.

Evaluasi

Evaluasi karya seni dengan metode kritis berarti menetapkan rangking sebuah karya dalam hubungannya dengan karya lain yang sejenis, untuk menentukan kadar artistik dan faedah estetiknya.

Pendekatan Kritik Tari

Tentunya terdapat berbagai pisau analisis, kacamata, atau pendekatan yang dapat dilakukan saat kita membuat kritik tari. Menurut Tim kemdikbud (2018, hlm. 152) beberapa pendekatan yang dapat digunakan sebagai asas penulisan kritik tari adalah sebagai berikut.

Pendekatan Formalistik

Kriteria kritik formalis untuk menentukan ekselensi karya seni adalah significant form, yakni kapasitas bentuk seni yang melahirkan emosi estetik bagi pengamat seni. Artinya tari akan dilihat dari bentuk konkretnya yang meliputi unsur tari seperti gerak, levelpola lantai, hingga pada berbagai unsur pendukungnya seperti iringan, tata rias, tata busana, dsb.

Pendekatan Ekspresivisme

Kritik seni ekpresivisme menentukan kadar keberhasilan seni atas kemampuannya membangkitkan emosi secara efektif, intensif, dan penuh gairah. Intensitas pengalaman mengandung makna, bahwa karya seni yang baik dapat menggetarkan perasaan yang lebih kuat daripada perasaan keseharian pada saat kita melihat relitas yang sama.

Pendekatan Instrumentalistik

Para kritikus instrumentalis berpendapat bahwa kreasi artistik tidak terletak pada kemampuan seniman untuk mengolah material seni ataupun pada masalah internal karya seni. Dapat dikatakan bahwa teori seni instrumentalistik menganggap seni sebagai sarana untuk memajukan dan mengembangkan tujuan moral, agama, politik, dan berbagai tujuan psikologis dalam kesenian. Seni dipandang sebagai instrumen untuk mencapai tujuan tertentu, nilai seni terletak pada manfaat dan kegunaannya bagi masyarakat.

pengertian pementasan teater

 Pementasan seni teater adalah sebuah pertunjukan drama yang dipentaskan di hadapan banyak orang, dengan menampilkan gerak, tari, nyanyian beserta dialog dan akting dari para pemainnya.

Kamis, 24 November 2022

Jenis musik tradisional

 

Jenis Musik Tradisional

Beberapa jenis musik tradisional yang ada di Indonesia antara lain:

Gambang Kromong dari Betawi

Awalnya jenis musik tradisional gambang kromong menggunakan nada pentatonis (lima nada) dan alat-alat musik Tiongkok. Namun, sekarang musik tradisional ini telah berkembang dengan melibatkan unsur-unsur alat musik modern. Lagu-lagunya yang dinyanyikan pasangan pria dan wanita bersifat sindiran jenaka

Keroncong dari Jakarta

Jenis musik tradisional ini merupakan warisan atau setidaknya pengaruh dari bangsa Portugis. Namun, oleh para pemusik Indonesia, kemudian dikembangkan dengan memasukkan unsur-unsur alat musik tradisional seperti gamelan, dan jadilah langgam Jawa.

Gong Luang dari Bali

Jenis musik tradisional ini hampir mirip gendhing Jawa, karena jenis alat musik dan nada suaranya serupa meskipun tidak sama. Citarasa gong luang lebih meriah dibanding gendhing Jawa.

Karang Dodou dari Kalimantan Timur

Jenis musik tradisional ini tergolong musik tradisi yang digunakan dalam upacara adat, yaitu saat kelahiran, untuk mengiringi pembacaan mantra-mantra saat pemberian nama bayi.

Angklung Buhun dari Kanekes di Jawa Barat

Musik tradisional ini juga tergolong musik tradisi masyarakat Baduy yang dimainkan untuk mengiringi tarian musim tanam

Huda dari Minangkabau

Musik tradisional ini bernuansa Islami dan unik, karena terdiri dari tiga jenis musik serupa namun berlainan, termasuk di dalamnya Salaulaik Dulang. Salaulaik merupakan musik asli Tanah Minang.

Kombi dari Papua

Jenis musik tradisional bersuara gendang ini menggunakan bambu berlobang yang diberi tali sayatan rotan, dan tidak menggunakan tifa. Dari arti katanya sebenarnya alat musik petik, namun cara memainkannya dengan rotan ditepuk. Musik tradisional ini digunakan untuk hiburan dan upacara adat.

Cilokak dari Lombok

Musik tradisional ini menggunakan beberapa alat musik, antara lain drum, biola, seruling, gambus, gong, dan lain-lain.

Krumpyung dari Yogyakarta/Jawa Tengah

Jenis musik tradisional ini menggunakan alat musik yang terbuat dari bambu, semacam angklung yang nada suaranya seperti gambang dan gong bumbung tiup. Meskipun jarang, krumpyung dimainkan bersama musik tradisional lainnya yaitu gejog lesung. Gejog lesung adalah suara menumbuk padi, namun berirama

Sasando dari Rote

Musik petik tradisional ini unik, karena meskipun berasal dari daerah Indonesia Timur nadanya bercorak salendro dan pelog mirip kecapi Sunda dan siter Jawa.

Painting dari Kalimantan Selatan

Musik tradisional ini menggunakan alat utama alat petik dan dilengkapi dengan alat-alat musik lainnya, seperti babaun, agung, marakas dan talinting.

Tingkilan dari Kalimantan Timur

Musik tradisional ini menggunakan alat utama gambus, ketipung, dan biola. Jenis musik tradisional ini digunakan untuk mengiringi tarian, nyanyian hiburan maupun upacara adat.



Pengertian musik

Pengertian musik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah 1) ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan; dan 2) nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu).

Musik adalah cabang seni yang membahas dan menetapkan berbagai suara ke dalam pola-pola yang dapat dimengerti dan dipahami manusia. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Bahkan, ada orang-orang yang menjadikan musik sebagai kebutuhan hidup. Dirinya baru bisa berfungsi dengan baik apabila beraktivitas sambil mendengarkan musik.

Seiring waktu, musik juga mengalami perkembangan dalam hal jenis dan genre. Anda kini mengenal jenis musik pop, rock, blues, indie, metal, dan sebagainya sebagai bagian dari jenis-jenis musik yang beredar di masyarakat. Sangat menarik membahas tentang pengertian musik dan juga unsur-unsurnya. Berikut ulasan selengkapnya, yang patut Anda baca lebih lanjut

Asal Usul Istilah Musik

Istilah musik berasal dari bahasa Yunani yaitu Musike. Musike berasal dari perkataan muse, yaitu sembilan dewa-dewa Yunani di bawah dewa Apollo yang melindungi seni dan ilmu pengetahuan. Dalam metodologi Yunani Kuno, muse mempunyai arti suatu keindahan yang terjadinya berasal dari kemurahan hati para dewa-dewa yang diwujudkan sebagai bakat.

Kemudian pengertian itu ditegaskan oleh Pythagoras, bahwa musik bukanlah sekadar hadiah (bakat) dari para dewa-dewi, tetapi musik terjadi karena akal budi manusia dalam membentuk teori-teori (Widhyatama, 2012: 01) mengutip umg.ac.id.

Musik adalah produk pikiran. Maka elemen vibrasi dalam bentuk frekuensi, amplitudo, dan durasi belum menjadi musik, sampai semua itu di tranformasi secara neurologis dan di interpretasikan melalui otak menjadi pitch (nada-harmoni), timbre (warna suara), dinamika (keras-lembut), dan tempo (cepat-lambat).

Transformasi ke dalam musik dan respons manusia (perilaku) merupakan hal yang unik untuk dikenali (kognisi). Musik juga memiliki dimensi kreatif dan memiliki bagian-bagian yang identik dengan proses belajar secara umum. Dalam musik terdapat analogi melalui persepsi, visual, auditori, antisipasi, induktif-deduktif, memori, konsentrasi, dan logika.

Pengertian Musik

Berikut ini adalah beberapa pengertian musik menurit para ahli yang penting Anda ketahui;

1. Menurut Jamalus (1988:1) dalam buku Pengajaran Musik Melalui Pengalaman Musik, pengertian musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik, yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan.

2. Menurut Soeharto (1992:86) dalam Kamus Musik, pengertian seni musik adalah “pengungkapan gagasan melalui bunyi yang unsur dasarnya berupa melodi, irama, dan harmoni dengan unsur pendukung berupa bentuk, sifat, dan warna bunyi”.

3. Menurut Hardjana (2003:111) dalam bukunya Corat-coret Musik Kontemporer Dulu dan Kini, pengertian musik adalah permainan waktu dengan mengadopsi bunyi sebagai materinya. Musik adalah waktu dalam bunyi. Dalam musik, waktu adalah ruang sementara bunyi adalah substansinya. Di dalam ruang waktu itulah bunyi-bunyi bergerak.

Pengertian karya seni rupa tiga dimensi

 Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki sisi panjang, lebar, tinggi, dan volume agar bisa dinikmati dari segala arah. Jadi, karya seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki ruang.

Seperti halnya karya dua dimensi, seni rupa tiga dimensi juga mengandung unsur garis, bentuk, bidang, warna. Unsur-unsur tersebut disusun sedemikian rupa sehingga membentuk objek tertentu.

Meski begitu, hasil karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi sangat berbeda. Hal itu karena karya dua dimensi hanya mempunyai dua sisi, yakni panjang dan lebar.

Untuk mengetahui dan memahami lebih dalam tentang karya seni rupa tiga dimensi, bisa membaca unsur, prinsip, jenis hingga contohnya.

Berikut ini rangkuman tentang unsur-unsur karya seni rupa tiga dimensi, prinsip, jenis, dan contohnya, seperti dilansir dari

Unsur-Unsur Seni Rupa Tiga Dimensi

Unsur-unsur yang ada di dalam seni rupa tiga dimensi meliputi:

1. Bentuk

  • Bentuk Formal

Bentuk formal berarti bentuk tersebut mempunyai ukuran sesuai namanya, seperti kubus, kotak memanjang (persegi panjang), bulat, bulat memanjang, kerucut, silindris, piramid, dan lain sebagainya.

  • Bentuk Non Formal

Bentuk non formal berarti bentuknya tidak beraturan dan tidak memerlukan ukuran ketepatan. Ukurannya berupa volume, yaitu susunan benda atau barang apa saja yang arahnya menjadi bentuk, namun tidak memerlukan ukuran garis.

2. Ruang

Unsur ruang tidak berdiri sendiri melainkan mempunyai dua golongan, yaitu:

  • Ruang yang nyata

Ruang nyata merupakan ruangan yang dapat terlihat dalam keadaan benar-benar ada, misalnya ruang teras, ruang tamu, ruang kamar tidur, dan lain-lain.

  • Ruang ilusi atau imajinasi

Ruang ilusi merupakan ruangan yang dapat dirasakan melalui khayalan atau imajinasi, misalnya ruangan yang ada hanya pada gambar yang seolah-olah benar adanya.

3. Tekstur

Tekstur merupakan kondisi permukaan atau dasar lapisan atas benda yang ada dalam karya seni rupa, misalnya tekstur yang halus, kasar, bergelombang, berongga, dan lain-lain.

4. Warna

Unsur warna menjadi penyebab utama terciptanya keindahan dan kemegahan dari hasil akhir sebuah karya seni rupa. Bayangkan jika sebuah tembikar tidak berwarna, keindahannya terlihat kurang maksimal.

Ada pula pemaknaan warna sebagai simbolik yang berbeda-beda, misalnya warna hitam yang sering digunakan sebagai lambang dukacita, merah bermakna keberanian, dan lain-lain

Prinsip Karya Tiga Dimensi

Satu di antara pembeda antara karya seni rupa dua dimensi dengan tiga dimensi adalah unsur ruang. Objek seni rupa dua dimensi bisa dilihat dari satu sisi, sementara karya tiga dimensi dapat dilihat lebih dari dua sisi.

Berikut ini prinsip lain dari seni rupa tiga dimensi:

1. Kesatuan (unity)

Kesatuan atau unity adalah prinsip yang menunjang adanya hubungan serta keterkaitan unsur-unsur dalam seni rupa yang saling berpadu satu sama lain untuk menciptakan komposisi seni rupa yang indah.

2. Keselarasan/harmoni

Agar sebuah karya seni rupa memiliki nilai estetis dan keindahan, diperlukan unsur keselarasan. Adapun yang dimaksud keselarasan ialah adanya kedekatan antara satu unsur dengan lainnya yang notabene berbeda satu sama lain, baik itu dalam pencahayaan, bentuk, hingga pemilihan warna.

3. Penekanan (contrast)

Penekanan merupakan prinsip yang menjadi dasar perbedaan antara dua buah unsur yang memiliki sifat saling berlawanan dan berdekatan.

Dengan adanya prinsip penekanan, akan memberikan tampilan yang jauh lebih menarik, serta tidak monoton dan membosankan.

4. Irama (rythm)

Irama merupakan sebuah prinsip yang mengambil tempat sebagai dasar atas pengulangan satu atau mungkin lebih unsur dengan cara yang teratur.

Jenis pengulangan unsur seni rupa yang diatur itu bisa beraneka macam, baik itu sekadar variasi warna, perbedaan garis maupun variasi bentuk.

Pengulangannya yang dilakukan dengan variasi yang bagus, akan memberikan nilai estetik yang lebih tinggi dan irama harmonis yang kuat.

5. Proporsi

Proporsi yaitu unsur perbandingan ideal yang dapat diserap oleh persepsi pengamat sehingga terjadi keseimbangan harmonis objek seni.

Pengaturan dan penempatan ukuran yang tepat dan harmonis akan menciptakan suatu karya seni yang serasi dan sempurna.


 

HAK WARGA GITAL Template by Ipietoon Cute Blog Design